oleh

Kenapa Ibu Kota Baru Indonesia Diberi Nama Nusantara?

nusantarakotabaru.com – Presiden RI Joko Widodo resmi menetapkan nama ibu kota baru di Kalimantan Timur yaitu Nusantara. Namun pemberian nama Nusantara tersebut menuai pro kontra dari beberapa pihak hingga warganet yang mengetahi hal tersebut.

Lantas, kenapa Nusantara dipilih menjadi nama ibu kota baru Indonesia?

Lantas, kenapa Nusantara dipilih menjadi nama ibu kota baru Indonesia?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan. ‘Nusantara’ dipilih sebagai nama ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Ia mengungkapkan. nama Nusantara dipilih dari sekitar 80 nama lain yang diusulkan, antara lain Negara Jaya. Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwipura, Cakrawalapura, dan Kertanegara.

“Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu. dan ikonik di internasional, mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua Republik Indonesia. ” kata Suharso.

Sudah tepatkah nama Nusantara?

Dosen dan Peneliti pada Pusat Studi Kebudayaan UGM Rudy Wiratama menilai tepat tidaknya pemilihan nama ibu kota baru Nusantara tersebut merupakan prerogatif presiden.

β€œKalau soal tepat atau tidaknya, saya kira itu adalah masalah prerogatif presiden dan musyawarah tokoh bangsa. Sebab, dari 80 nama yang masuk ke Bappenas pun tentu dipilih dan dipertimbangkan dengan baik. ” ujar Rudi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/1/2022).

Namun pihanya menyarankan agar ada penjelasan lebih lanjut terkait pemilihan nama tersebut.

Seyogyanya memang karena ini menyangkut sebuah negara, perlu penjelasan yang mendasar dan komprehensif tentang mengapa memilih nama tersebut, serta apa visi dan misinya serta konsepnya,” katanya lagi. Menurutnya, sudah menjadi tugas presiden dan jajarannya serta tim perumus untuk mampu menjelaskannya kepada masyarakat guna menepis polemik yang mungkin terjadi.

Makna Nusantara

Sementara itu, sejarawan JJ Rizal mengatakan, pemberian nama Nusantara bertolak belakang dengan gagasan pokok pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lokasi ibu kota negara (IKN) baru.

Pemilihan kalimantan sebagai IKN memang disebut untuk memutus kesenjangan antara wilayah Pulau Jawa dan luar Jawa. “Istilah Nusantara mencerminkan bias Jawa yang dominan.

Nusantara adalah produk cara pandang Jawa masa Majapahit yang mendikotomi antara negara gung (kota Majapahit) dengan mancanegara (luar kota Majapahit),” ujarnya sebagaimana diberitakan Kompas.com, Selasa (18/1/2022). Rizal menyebut, istilah Nusantara bukan hanya sekedar dikotomis dalam arti kewilayahan.

melainkan juga terkait peradaban. “Dalam konteks Jawa, sebutan mancanegara untuk menjelaskan wilayah yang tidak beradab, kasar tidak teratur, atau sesuatu yang sebaliknya dari negara agung yang beradab dan harmonis,” katanya lagi. Ia pun menilai, pemilihan nama Nusantara untuk menandakan ibu kota negara baru kurang tepat.

“Pemakaian nama ibu kota baru Nusantara tidak mewakili pikiran RI yang didirikan sebagai amanat untuk setara, tetapi mewakili arogansi dan dominasi pikiran elite Keraton Jawa’ gaya baru 2022 ” imbuh dia”

Artikel ini dri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed